Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa daerah yang hingga kini masih hidup dan digunakan sebagai alat komunikasi bagi warga Bali.

Hingga kini masyarakat Bali masih banyak yang menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari mereka, sehingga masih lestari dan berkembang dengan baik.

Bukan hanya digunakan oleh warga asli Bali, bahasa Bali juga kerap dituturkan oleh masyarakat luar atau pendatang.

Apalagi Bali dikenal sebagai provinsi di Indonesia yang memiliki daya tarik wisatawan baik domestik maupun internasional.

Dengan begitu, bahasa Bali tergolong sebagai bahasa daerah yang memiliki banyak jumlah penutur.

Ini 6 Daerah Kandang Banteng, Lumbung Suara PDIP Pemilu 2019 Menurut kamus “Anggah-Ungguh Kruna Bali-Indonesia”, pada dasarnya bahasa Bali dibedakan atas kata kruna alus dan kruna nenten alus.

Namun tingkatan kruna atau kata yang umumnya diketahui adalah kruna kasar, kemudian andap, mider, dan terakhir kruna alus.

Keempat kruna atau kata tersebut diucapkan menurut tingkatkan lawan bicara.

Seperti misalnya kruna kasar digunakan untuk mengumpat.

Kemudian, kruna andap biasanya digunakan ketika berbicara dengan teman sebaya.

Sedangkan untuk kruna mider digunakan dalam percakapan netral.

Selanjutnya kruna alus digunakan saat berbincang dengan orang lebih tua, orangtua, pemuka agama, dan pejabat.

Banyaknya tingkatan kruna dalam Bahasa Bali tersebut membuat bahasa Bali memiliki ribuan kosakata.

Tapi ada beberapa kosakata sehari-hari dalam Bahasa Bali yang bisa Anda pelajari.

Berikut beberapa 20 kosakata bali dalam sehari-hari dan artinya.

Wacana Larangan Pendakian Gunung di Bali, Ini Respons Sandiaga uno 1.

Bli atau Mbok Kata Bli atau Mbok kerap dipakai dalam percakapan sehari-hari dalam bahasa Bali.

Kata Bli atau Mbok merupakan kalimat untuk menyapa lawan bicara.

Bli dipakai untuk laki-laki sedangkan Mbok untuk perempuan.

Makna kalimat ini sama seperti kata “mas” dan “mbak dalam bahasa Jawa.

Contoh penggunaannya misal untuk mengapa laki-laki bernama Gusti maka gunakan “Bli Gusti.” Sedangkan untuk perempuan bernama Nengah, gunakan “Mbok Nengah”.

2.

Numbas Kosakata numbas dalam Bahasa Indonesia artinya beli.

Kata ini biasa digunakan dalam percakapan bahasa Bali sehari-hari ketika Anda ingin membeli sesuatu.

Contoh penggunaannya adalah misal Anda ingin beli telur, maka gunakan kalimat “titiang pacang numbas telur” yang artinya “saya ingin beli telur”.

3.

Matur Suksma Kalimat matur suksma dalam bahasa Indonesia memiliki arti terima kasih.

Dalam percakapan bahasa Bali, kata “matur suksma” juga biasa disingkat menjadi “suksma” saja.

Ketika Anda berkunjung ke Bali, jangan lupa untuk ucapkan kata ini setelah mendapat pertolongan atau selesai mengunjungi suatu tempat.

4.

Wastan Titiang Dalam bahasa Bali, kalimat wastan titiang digunakan pada saat memperkenalkan nama.

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kata “wastan titiang” memiliki arti “nama saya”.

Contoh penggunaannya adalah ketika Anda ingin memperkenalkan nama seperti “nama saya Wayan”, maka menjadi “wastan titiang Wayan”.

5.

Rahajeng Rahajeng artinya selamat.

Kata ini bisa digunakan sebagai kalimat sapaan dalam bahasa Bali.

Contoh penggunaan kata rahajeng untuk kalimat sapaan seperti, rahajeng semeng artinya selamat pagi, rahajeng tengai artinya selamat siang, rahajeng sore artinya selamat sore, rahajeng wengi artinya selamat malam.

6.

Kenken Kabare Kenken dalam kamus bahasa Bali – Indonesia artinya bagaimana, sedangkan Kabare berarti kabar.

Jadi, Kenken Kabare dalam percakapan Bahasa Bali berarti “bagaimana kabarnya” atau “apa kabarnya”.

Jika Anda ditanya seperti itu, baiknya menjawab dengan kalimat “becik-becik” yang dalam bahasa Indonesia artinya “baik-baik”.

7.

Kuda Hargane Saat Anda berkunjung ke Bali dan hendak membeli sesuatu serta ingin menanyakan harga, sebaiknya gunakan kata “kuda hargane?”.

Kata tersebut sangat penting digunakan ketika sedang berbelanja.

Dalam Bahasa Indonesia “Kuda hargane” memiliki arti “berapa harganya” atau Anda bisa menggunakan kata “kuda niki?”.

8.

Ten Dados Tawah atau Jagi Kirang Apabila Anda sedang berbelanja dan ingin melakukan menawar harga bisa gunakan kalimat “ten dados tawah?”.

Kalimat tersebut artinya adalah “apakah bisa lebih murah?”.

Selain itu, Anda juga bisa memakai kalimat “jagi kirang” saat tawar menawar karena memiliki arti “boleh kurang?”.

9.

Punapi Gatra Selain kalimat “kenken kabare”, untuk menanyakan kabar seseorang Anda juga bisa mengatakannya dengan kalimat “punapi gatra?”.

Kalimat tanya ini bisa diikuti dengan kalimat “dumogi becik-becik kemanten” yang dalam bahasa Indonesia berarti “semoga baik-baik saja”.

10.

Tiang Tresna Ajak Adi Kosakata Bali ini bisa digunakan jika Anda sedang jatuh cinta pada seorang perempuan.

Kalimat “tiang tresna ajak adi” dalam bahasa Indonesia berarti “aku cinta sama kamu”.

11.

Ngiring Ngajeng Kalimat percakapan bahasa Bali yang sering digunakan sehari-hari adalah “ngiring ngajeng”.

Kalimat ini digunakan untuk mengajak seseorang untuk makan.

Ngiring ngajeng dalam bahasa Indonesia berarti “ayo makan”.

12.

Ngudiang Bahasa Bali yang satu ini biasa digunakan untuk basa-basi.

Kalimat ini digunakan untuk menanyakan aktivitas yang sedang dilakukan.

Dalam Bahasa Indonesia “ngudiang” memiliki arti yaitu “sedang melakukan apa?”.

13.

Jaen Ketika Anda berkunjung ke Bali dan menikmati kulinernya yang lezat, jangan lupa untuk menyebut kata “jaen”.

Kata tersebut memiliki arti yakni “enak”.

Contohnya jika Anda ingin menyebut bahwa “sate lilit enak sekali”, maka bisa gunakan kata “sate lilit jaen pisan”.

14.

Dija Kata “dija” biasanya digunakan ketika ingin menanyakan keberadaan teman.

“dija” dalam bahasa Indonesia berarti “di mana”.

Jadi apabila Anda ingin menanyakan lokasi teman, bisa gunakan kata ” dija?”, maka nanti teman Anda akan langsung menjawab keberadaannya.

15.

Saking Kata “saking” menurut percakapan bahasa Bali digunakan saat menanyakan asal daerah lawan bicara.

Kata “saking” dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “dari”.

Penggunaan kata ini misalnya “saya dari Malang”, maka menjadi “titiang saking Malang”.

16.

Sugra nggih/Ampurayang Menurut Bahasa Indonesia, kata Bahasa Bali yaitu “sugra nggih” memiliki arti “maaf atau permisi”.

Anda bisa menggunakan kata di awal kalimat ketika hendak menanyakan sesuatu kepada orang lain.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kata “ampurayang” yang juga memiliki arti maaf.

17.

Rahajeng Rawuh Kata “Rahajeng” dalam bahasa Bali memang kerap digunakan.

Dalam kamus Bahasa Bali – Indonesia terbitan Balai Bahasa Bali, kata “rahajeng” berarti “selamat”.

Adapun kalimat “rahajeng rawuh” mempunyai arti yakni “selamat datang”.

Kata ini juga kerap digunakan oleh masyarakat Bali ketika menyambut tamu atau wisatawan.

18.

Om Swastiastu Bali merupakan provinsi yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Kalimat Om Swastiastu sendiri adalah salam pembuka yang biasa diberikan oleh orang Hindu di Bali kepada seseorang yang ditemuinya.

Dalam Islam kalimat serupa dengan Om Swastiastu adalah “Assalamu’alaikum”.

19.

Mepamit Selanjutnya ada kata “mepamit” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Pulang”.

Kata “mepamit” sering digunakan saat hendak berpamitan pulang dari rumah teman atau pamit dari sebuah acara.

20.

Tan/Nenten Bahasa Bali yang populer digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah “tan” atau “nenten”.

Kata tersebut memiliki arti yakni “tidak”.

Jadi jika Anda ingin menolak sesuatu atau ingin bilang “tidak”, bisa menggunakan kata “tan/tenten”.

Pilihan editor: Jokowi Resmikan Kompleks Pura Agung Besakih, Apa Keistimewaan Pura Ini? RIZKI DEWI AYU

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *